5 Jalan Mencapai Kedamaian Hati Di Bulan Ramadhan

Datangnya bulan Ramadhan selalu membuat kita berusaha untuk berbicara, berpikir, dan berbuat yang baik. Bahkan, lebih baik daripada biasanya. Bila kita mampu menahan diri dan mengusahakan hanya yang bai-baik selama bulan suci ini, niscaya kita akan mencapai kesejukan jiwa. Dan kedamaian hati, akan membawa energi yang positif bagi keseluruhan hidup kita. Lalu, bagaimana cara mencapai kedamaian hati secara menyeluruh?

1. Kembali pada yang kodrati
Menurut dr Tan Shot Yen, M Hum, praktisi energy healing dan penulis buku Saya Pilih Sehat dan Sembuh, di bulan suci Ramadhan ini kita seperti diberi lagi kesempatan untuk berdamai. Dengan nafsu-nafsu, birahi makan, juga dengan alam dan ekosistem kita. “Sudah terlalu banyak kita mendengar ceramah yang bagus-bagus (tapi tidak dijalankan), apalagi jargon-jargon klasik yang hebat idealismenya (namun tidak dimengerti),” paparnya. 

2. Kegiatan fisik yang terus aktif
Puasa sebenarnya bisa menjadi kesempatan juga bagi tubuh untuk melakukan proses detoksifikasi dari beragam tumpukan racun dalam tubuh. Tanpa beban berlebihan bagi pencernaan, sistem limfatik tubuh dapat bekerja secara maksimal dalam membuang racun.  “Namun, ini juga perlu ditunjang dengan keaktifan tubuh dalam bergerak. Itulah sebabnya, saat kita menghentikan aktivitas olahraga dengan dalih puasa, akan terjadi kerugian yang cukup besar,” papar Erikar Lebang, praktisi Iyengar Yoga dan pengajar di Jakarta Do Yoga. 

3. Selalu ingat akar diri kita
Tradisi mudik yang selama ini kita jalani, bukan tanpa makna. “Saat kembali ke kota kelahiran orangtua, saya selalu merasa sense of identity menjadi semakin kuat. Inilah bagian dari diri saya, akar saya, asal-usul saya,” ujar Dinastuti, M.Psi, psikolog dan trainer di Biro Layanan dan Unit Bisnis, Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Menurutnya, orang Indonesia dikenal memiliki kebutuhan yang tinggi untuk hidup selaras di dalam lingkungan sosial, seperti keluarga, tetangga, dan masyarakat. 

4. Redam kebisingan
Kemajuan zaman turut ditandai dengan terciptanya jenis suara-suara “baru”, yang ternyata masuk dalam kategori bising. Entah karena ukuran suaranya yang sangat kencang melebihi batas toleransi, atau karena kita secara sadar mendekatkan diri ke sumber-sumber hiruk-pikuk. Misalnya, menonton film di bioskop, mendengarkan musik di MP3 player, belum lagi keramaian di pusat perbelanjaan, pusat bermain anak, pusat kebugaran, hingga pusat hiburan. Ditambah dengan beragam jenis kebisingan lain yang sudah sering kita “konsumsi”, ancaman kesehatan menjadi lebih besar. Cobalah meredam kebisingan ini dengan menghindari sumber-sumber kebisingan tersebut.

5. Yang tak boleh ditinggalkan: selalu bersyukur
Untuk membagikan apa yang kita punya, tidaklah perlu menunggu sampai sangat punya. Agar dapat menabur kebajikan bagi orang lain, kita tidak perlu menjadi orang yang sangat mampu. Perbuatan baik adalah ungkapan syukur, sementara untuk bersyukur kita tak boleh menunggu-nunggu. Selama kita bisa, syukuri semua yang Anda dapatkan dari sekarang.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Download Gratis Sampai Kapanpun 2011-2012 | Design by Blogku | Support by Bagus International Corporation